Review FIFA 20: Detail Tapi Tak Substansial?

review fifa 20 gausalah

Tanggal 27 September kemarin gue akhirnya nyoba versi full dari FIFA 20. Akhirnya. Dan lewat postingan ini gue mau coba jabarin review FIFA 20 versi gue.

Sejauh ini, secara umum, gue sangat menikmati apa yang disuguhkan FIFA 20. Terutama banyak hal detail yang diperhatiin dibanding generasi sebelumnya, seperti gerakan rambut, tato, shaking kamera, dan lain-lain.

Tapi karena gue belum nyobain semua fiturnya, jadi tulisan ini kemungkinan akan di-update secara berkala. Soalnya kalo nunggu sampe gue ‘hatam’, bakal lama banget pasti.

So, check this out!

1. Kombinasi warna menu agak mengganggu

Poin pertama yang gue garis bawahi adalah terkait kombinasi warna di menu. Yang menurut gue ‘nggak banget’. Kontras warnanya bikin mata gak nyaman. Senggaknya dibanding FIFA 19. Jadi menurut gue FIFA 20 ‘kalah’ di bagian ini. *apa mata guenya aja ya. Haha..

review fifa 20 gausalah

review fifa 20 gausalah

review fifa 20

Kalo soal pembagian besar-kecil space menunya, persis sama kayak FIFA 19. Bedanya di career mode ada tambahan edit manager gitu. Mungkin dianggapnya kalo dari segi permenuan ini udah bagus kali ya, jadi gak di-improve. ((( permenuan )))

Buat penyegaran, jadinya developer cuma ubah warnanya aja, yang menurut gue malah failed. Hadeeeh.

2. Shaking camera pas gol

Salah satu hal baru yang gue temuin di FIFA 20 adalah momen shaking camera pas lagi selebrasi gol. Kerasa lebih real aja.

+1.

3. Gol bunuh diri masih aja selebrasi

Gue lupa di FIFA edisi mana kalo abis gol bunuh diri yang di-close up adalah pemain yang ngelakuin gol bunuh diri itu sendiri. Jadi momennya dibuat sedih-sedih-menyesal gitu.

Lalu gak tau kenapa di FIFA edisi terakhir-terakhir ini yang di-close up adalah pemain lawan yang terakhir kali nyentuh bola. Jadi momennya tetep kayak selebrasi biasa, selebrasi perseorangan.

Nah di FIFA 20 pun masih begitu. Padahal ini salah satu perubahan yang tadinya gue harapkan. Oke lah pemain lawan tetep ngerayain gol, tapi menurut gue yang harusnya di-close up ya pemain belakang (atau pemain lain) yang ngelakuin gol bunuh diri.

Jadi penasaran apa pertimbangan developer terkait hal ini.

4. Rekomendasi kapten

Pas gue main career mode dan jadi pelatih Barcelona. Masa pas kaptennya Lionel Messi, tiba-tiba ada email kalo gue direkomendasikan untuk pilih pemain lain. Gue lebih direkomen pilih Pique.

review fifa 20 gausalah

5. Profil manager bisa ganti-ganti

Kecuali nama sama asal negara, kita bisa bebas ganti-ganti tampilan manager di career mode. Jatohnya jadi kayak main The Sims gitu gak sih? Haha..

Ini perubahan yang positif meskipun sebenernya gak penting-penting banget, alias kurang substansial. Dan karena yang main FIFA (kemungkinan) sebagian besar adalah kaum Adam, jadi feeling gue fitur ini akan cukup jarang dipake. Kalo gue sih suka-suka aja. 😀

review fifa 20 gausalah

6. Banyak opsi tempat negosiasi

Kalo FIFA 19 lo cuma bisa nego di sebuah ruangan kantor. Di FIFA 20 tempat negonya ada di cafe gitu juga, lebih casual. Dikolaborasi penampilan managernya yang bisa diubah-ubah formal atau sporty, jadi match gitu. Tapi again, ini gak substansial sebenernya. LOL.

review fifa 20 gausalah

7. Konferensi pers (konpers) lebih detail

Di FIFA 20 bener-bener ada konpers dan sederet pertanyaan. Jawaban manager akan berpengaruh terhadap suasana hati pemain. Awal-awal gue sangat menikmati fitur ini, lama-lama bosen juga karena jumlah pertanyaannya terbatas.

review fifa 20

Sekian dulu review FIFA 20 nya. Seperti gue tulis di atas, gue baru mainin 2 hari ini, jadi kemungkinan tulisan ini akan gue update setelah gue eksplore lebih banyak. Salah satu yang belum gue coba adalah Volta Football, fitur anyar yang cukup banyak diperbincangkan. Tunggu ya..

Baca juga: Daftar Pemain Tertua Hingga Termuda Liverpool FC Musim 2019/2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *