3 Tahun Masih Negosiasi, Intip Lagi Kronologi Brexit Inggris

Brexit inggris

Tiga tahun berlalu sejak digelarnya referendum Brexit Inggris pada Juni 2016, saat ini Inggris masih menjadi bagian dari Uni Eropa. Yuk intip lagi kronologi brexit dimulai sejak pernyataan dari mantan PM David Cameron tentang pilihan in/out.

Di bawah ini adalah kronologi brexit yang dikutip dari BBC dan CNN Indonesia:

23 Januari 2013

Perdana Menteri David Cameron mendukung digelarnya referendum untuk tetap bergabung atau keluar dari Uni Eropa jika Partai Konservatif memenangkan pemilu.

22 Mei 2014

UK Independence Party (UKIP) yang dipimpin oleh Nigel Farage memenangkan 26% suara dalam pemilu Eropa dan menjadi perwakilan Inggris terbesar di Parlemen Eropa. UKIP, yang salah satu kebijakan utamanya meninggalkan Uni Eropa, juga menang banyak di pemilu lokal.

7 Mei 2015

Dalam pemilihan umum, David Cameron memenangkan 12 kursi mayoritas dengan manifesto, di antaranya, komitmen untuk menggelar referendum.

23 Juni 2016

Referendum digelar dan menghasilkan kemenangan tipis untuk kampanye ‘meninggalkan Uni Eropa’ yakni 51,9% melawan 48,1%. Sesaat setelah pengumuman referendum, PM David Cameron mengundurkan diri. Cameron memang diketahui termasuk yang mendukung Inggris tetap bergabung UE.

13 Juli 2016

Theresa May menjadi PM Inggris yang baru

29 Maret 2017

PM Theresa May memicu Pasal 50 Perjanjian Uni Eropa. Dipicunya pasal ini menjadikan Inggris punya waktu 2 tahun untuk menyelesaikan negosiasi.

8 Juni 2017

Setelah mengejutkan banyak orang dengan mengadakan pemilihan umum, PM May kehilangan suara mayoritasnya di Parlemen. Kemudian Partai Democratic Unionist atau DUP (dari Irlandia Utara) membuat kesepakatan dengan Partai Konservatif yang memungkinkan May tetap berkuasa meskipun kalah di Parlemen.

26 Juni 2017

Negosiasi formal antara Inggris dan UE dimulai

13 Desember 2017

Anggota parlemen Tory yang berada di sisi oposisi, memaksa pemerintah melakukan pemungutan suara (voting) untuk menentukan kesepakatan terakhir terkait brexit, setelah sebelumnya tak juga menemukan kesepakatan di Brussel (markas Parlemen Uni Eropa).

Baca juga: Di Bawah Saudi, Australia Juara 2 Negara Pengimpor Senjata

15 Desember 2017

Uni Eropa setuju untuk lanjut ke negosiasi tahap dua setelah kesepakatan tentang ‘RUU perceraian’ Brexit, perbatasan Irlandia, dan hak-hak warga negara Uni Eropa dicapai.

19 Maret 2018

Inggris dan Uni Eropa membuat langkah-langkah yang menentukan dalam negosiasi. Termasuk perjanjian tanggal periode transisi setelah hari Brexit, status warga negara Uni Eropa di Inggris sebelum dan sesudah waktu itu, dan kebijakan penangkapan ikan. Masalah yang masih harus diselesaikan adalah tentang perbatasan Irlandia Utara.

31 Oktober 2018

Ketua negosiator Uni Eropa mengatakan negosiasi harus selesai sebelum akhir Oktober untuk memberi waktu kepada 27 negara Uni Eropa menandatangani perjanjian. Anggota parlemen juga akan memberikan vote pada kesepakatan akhir di Parlemen Inggris sebelum 29 Maret 2019.

29 Maret 2019

Hari Brexit. Inggris mengakhiri keanggotaannya di Uni Eropa pada pukul 23:00 GMT dan memasuki masa transisi.

11 April 2019

Petinggi Uni Eropa setuju menunda deadline Brexit dari 29 Maret 2019 hingga 31 Oktober 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *