Bakar Bendera LGBT Berujung 15 Tahun Penjara

sara hegazy

Seorang pria bernama Adolfo Martinez harus mendekam di penjara selama 15 tahun. Martinez terbukti bersalah usai menurunkan dan membakar bendera yang menjadi identitas kaum LGBT.

Dilansir dari CNN, bendera LGBT yang diturunkan dan dibakar Martinez awalnya dikibarkan di sebuah gereja di Ames, Negara Bagian Iowa, Amerika Serikat. Martinez melakukan aksinya pada Juni 2019 lalu. Sementara vonis dibacakan minggu ini.

Berdasarkan laporan milik Polisi, pria 30 tahun itu merasa bahwa gereja tidak perlu mendukung komunitas LGBT.

“Sebuah kehormatan melakukan hal itu,” kata Martinez.

Baca juga: LGBT Pride dan Catatan untuk Pernikahan Sesama Jenis di Taiwan

“Adalah berkah dari Tuhan untuk dapat berjuang demi Dia, melawan segala rintangan,” imbuhnya.

Dokumen pengadilan mengungkap bahwa Martinez terbukti bersalah melakukan pembakaran, pelecehan, dan penggunaan api atau bahan peledak secara sembarangan.

Martinez disebutkan memiliki sejarah panjang melakukan pelecehan dan kerap melanggar hukum. Diyakini bahwa Martinez akan menjadi lebih ‘buas’ jika tidak segera dipenjara secara lama.

“Kejahatan kebencian terhadap komunitas LGBT adalah masalah serius karena menimbulkan kerugian emosional yang berbeda pada para korban, dan menimbulkan ketakutan ke komunitas yang mereka targetkan,” kata Direktur Eksekutif One Iowa (sebuah organisasi LGBT), Courtney Reyes.

Reyes tidak yakin lamanya masa hukuman akan membuat jera pelaku. Namun, One Iowa akan terus berusaha untuk membantu orang-orang seperti Martinez lebih memahami seberapa bahaya tindak kriminal yang dia dilakukan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *