Tidak 100% pasien Covid-19 boleh isolasi mandiri begitu saja

Isolasi mandiri

Berdasarkan data LaporCovid-19, jumlah kematian pasien Covid-19 saat isolasi mandiri sudah melebihi 600 orang pada kurun waktu sekitar 1,5 bulan terakhir sejak awal Juni 2021. Satu nyawa saja sangat berharga, ini 600 orang.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, mengatakan banyaknya pasien Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri (isoman) adalah karena banyak dari mereka dengan keluhan berat namun tidak bisa dirawat di rumah sakit.

“Ada pertanyaan beberapa jurnalis: Kenapa pasien Covid-19 yang isoman itu banyak yang meninggal?Jawaban saya clear. Karena banyak pasien dengan keluhan berat tidak bisa masuk ke rumah sakit. Artinya, tidak 100 persen pasien Covid-19 itu sebenarnya boleh isoman begitu saja,” kata Prof. Zubairi melalui laman Twitternya @ProfesorZubairi, Jumat (16 Juli 2021).

“Pasien Covid-19 yang boleh isoman itu adalah yang rontgen parunya normal dan saturasi oksigennya tidak drop. Jadi, perlukah orang yang isolasi mandiri itu di-rontgen? Ya perlu. Sebab, kalau ditemukan pneumonia pada dirinya, maka perawatannya akan beda total. Terima kasih,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Covid-19, jumlah kematian pada 16 Juli 2021 mencetak rekor tertinggi lagi sejak awal pandemi dengan jumlah 1.205 kematian. Sementara itu jumlah kasus positif harian di seluruh Indonesia mencapai 54.000 kasus dengan total kasus saat ini 2.780.803 kasus.

Di sisi lain, pemerintah juga terus menggenjot vaksinasi untuk mempercepat herd immunity. Sentra vaksinasi dibuka di mana-mana, gratis, dan tanpa syarat yang menyulitkan. Namun, hingga saat ini, baru sekitar 15 juta orang yang sudah mendapatkan dosis lengkap dari target lebih dari 180 juta jiwa.

Stay safe teman-teman!

 

Photo: TPU Rorotan, Jakarta Utara (dari Instagram @tamanhutanDKI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *