Haedar Nashir: Putus rantai Covid-19, Idul Adha di rumah saja

Haedar Nashir tentang Idul Adha

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak semua umat Islam untuk melaksanakan ibadah salat Idul Adha di rumah saja. Ibadah di rumah tak berarti mengurang-ngurangi agama.

“Meniadakan salat Iduladha di lapangan maupun di masjid karena adanya ancaman Covid-19 tidaklah berarti mengurang-ngurangi agama,” tulis pria kelahiran Bandung itu di akun Twitternya @HaedarNs, 17 Juli 2021.

“Menghindari berkumpul dalam jumlah banyak adalah upaya untuk memutus rantai pandemi Covid-19 dan berarti pula upaya menghindarkan orang banyak dari paparan virus covid-19 yang sangat mengancam jiwa ini,” imbuhnya.

Ibadah salat Idul Adha tahun ini akan jatuh pada 20 Juli mendatang. Pihak kepolisian juga telah memperbanyak titik penyekatan di jalan untuk meminimalisir mobilitas warga menjelang Idul Adha.

PPKM Darurat yang berlaku di Jawa, Bali, dan 15 wilayah di luar Jawa-Bali akan berakhir 20 Juli juga. Hingga kini belum diketahui apakah pemerintah akan memperpanjang PPKM Darurat atau tidak.

Baca juga: Tidak 100% pasien Covid-19 boleh isolasi mandiri begitu saja

Sebelumnya juga ramai di media sosial ceramah ustad Das’ad Latif yang memberi perumpaaan masuk akal tentang kenapa masjid ditutup sementara pasar masih dibuka saat implementasi pembatasan masyarakat (PPKM).

Ustad Das’ad Latif mengatakan bahwa semua fungsi masjid bisa dipindahkan di rumah meskipun dengan skala yang berbeda. Sedangkan fungsi masjid tidak bisa. Pernyataan beliau selengkapnya bisa ditonton di video berikut:

Photo: Haedar Nashir (dari Twitter @HaedarNs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *